Kesatuan Melawan “Kapitalisme”

Sosialisme dan Islam; Kesatuan Menentang Kezaliman Kapitalisme

Karl Marx, pernah berkata:

“Die Religion … ist das Opium des Volkes”

“Religion is the opium of the people”

“Agama merupakan candu buat masyarakat”

Tetapi jikalau beliau masih hidup pada tahun 1979 dan menyaksikan salah satu sejarah dunia Islam yang agung yaitu Revolusi Iran, tentu beliau akan menarik balik kata-kata diatas. Bangsa yang ditindas oleh Shah Iran itu akhirnya bangkit dari akar umbi menumpaskan patung Amerika tersebut dengan kekuatan revolusi kelas tertindas dan Islam.

Alangkah indahnya perjuangan menegakkan keadilan ini dimiliki semua golongan yang tertindas. Alangkah indahnya gerakan jikalau gerakan Islam dapat ‘berdakwah’ kepada jutaan golongan Marxist dan Sosialis bahawasanya Islam berkongsi roh perjuangan yang sama dengan mereka. Alangkah lebih indah apabila perkahwinan antara ‘dakwah dan perjuangan menegakkan keadilan’ ini berakhir dengan perakuan bahawa Islam itu Ad-deen oleh jutaan golongan Marxis dan Sosialis ini…

Tetapi mengapa tidak begitu? Mengapa gerakan Islam tidak coba membuka mata dengan melihat musuh yang lebih fana sifatnya, yang sudah meratah hidup-hidup jutaan manusia dari zaman Qabil dan Habil hinggalah di era globalisasi yang sememangnya gerakan Islam ditipu mentah-mentah?

Itulah kekurangan yang ada, dimana kekurangan ini jikalau diketemukan titik perjuangan yang sama bakal mengubah dunia ini daripada dinodai golongan kapitalis yang ditunjangi agenda Zionisme Internasional.

Gerakan Islam di dunia, terutamanya di Malaysia ini masih ingin bersikap “eksklusif” dalam menilai masalah umat manusia. Seolah-olah arti ke’Khalifahan’ itu hanya untuk orang Islam semata-mata.

Berapa ramai daripada golongan pejuang Islam ini yang mengenali dan mengiktiraf perjuangan Malcolm X, Che Guevara, Baghat Singh, Frantz Fanon, dan revolusinier yang seangkatan dengan mereka?

Walhal, golongan kapitalis begitu rakus menindas tidak kira siapa dan apa yang mampu mencabar kekuasaan mereka semenjak 200 tahun yang lalu.

Disinilah saya berpendapat bahwa peran pejuang Islam dan pejuang keadialan yang pelbagai terutamanya pejuang-pejuang sosialis harus berpadu tenaga untuk membela golongan yang tertindas tidak kira siapa pun asalkan namanya manusia, maka tanggungjawab itu terletak di pundak kita bersama. Sama-sama kita mendekati saudara seperjuangan yang terdekat dengan kita pada mutakhir ini: Sosialisme.

2 thoughts on “Kesatuan Melawan “Kapitalisme”

  1. sevinwong berkata:

    keren ya mas blog nya. Masih pusing edit theme nya. O,ya kalo agama seh buat saya adalah suatu bentuk pendekatan dan sebagai pedoman hidup. Karena visi dan Misi semua agama baik, yaitu mengajarkan kebenaran. Tidak penting agama apapun itu. Tapi kalau ada agama baru seperti sekarang ini, apakah kita harus percayai? Waduh manusia semakin maju aja ya. Beraninya mengaku rasul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s