Sebuah Penilaian Kritis thd Teori Adam Smith

Sebuah Penilain Kritis Terhadap Teori Adam Smith
Teori  Smith memberikan sumbangan yg besar dalam menunjukan bagaimana pertumbuhan ekonomi terjadi dan faktor2 serta kebijaksanaan apa yg menghambatnya. Khusus dalam kaitannya dengan Petani, Pedagang, dan Produsen, ia menunjukan betapa arti penting menabung dan memupuk modal serta pentingnya proses pertumbuhan yg berimbang. Disamping itu, tentu teori Smith memiliki kelemahan tertentu.
v    Pembagian Masyarakat scr Lugas
Teori Smith didasarkan pd lingkungan social ekonomi yg berlaku di Inggris dan bagian2 tertentu Eropa. Teori ini mengasumsikan adanya pembagian masyarakat scr lugas antara kapitalis (trmsk tuan tanah) dan Proletar (buru). Padahal kelas menengah menduduki tempat yg penting di dalam masyarakat modern. Jadi teori ini mengabaikan peranan kelas menengah yg memberikan daya dorong bagi pembangunan ekonomi.
v    Alasan yg Tidak Adil bagi Kegiatan Menabung
Menurut Smith yg dpt menabung adl Para Kapitalis, Tuan Tanah, dan Lintah Darat. Namun ini adl alas an yg tdk adil, sebab tdk terpikir olehnya bahwa sumber utama tabungan dalam masyarakat yg maju adl para penerima pendapatan , dan bukan para kapitalis serta tuan tanah.
v    Asumsi yg Tidak Realistis tentang Persaingan Sempurna
Keseluruhan Teori Smith didasarkan pd asumsi yg tdk realistis tentang persaingan yg sempurna. Kebijaksanaan pasar bebas dari persaingan sempurna ini tidak ditemukan dlm perekonomian manapun. Sejumlah pembatasan malah dikenakan pd sector perorangan, dan pd perdagangan internasional pd tiap2 negara didunia.

v    Pengabaian Wiraswasta (Pengusaha)
Smith mengabaikan peranan pengusaha dlm pembangunan. Ini adl suatu kelemahan yg serius dlm teorinya. Pengusaha merupakan titik sentral dlm pembangunan sebagaimana diterapkan oleh Schumpeter. Mereka inilah yg mengatur dan menghasilkan inovasi dan dg itu menghasilkan pembentukan modal.
v    Asumsi yg Tidak Realistis tentang Keadaan yg Statisioner
Smith berpendapat, hasil akhir suatu perekonomian kapitalis adl keadaan statisioner. Ini berarti dlm ekonomi seperti itu memang terjadi perubahan tetapi disekitar titik keseimbangan saja. Terdapat kemajuan, walau pelan, seragam dan teratur bagaikan sebatang pohon. Tetapi penjelasan tentang proses pembangunan ini tdk memuaskan, sebab pembangunan terjadi tdk scr teratur, dan tidak seragam serta tetap. Jadi asumsi ttg keadaan statisioner tidak realistis.

Penerapan Teori SMITH pada Negara Terbelakang/Berkembang
Teori pembangunan Adam Smith mempunyai kebenaran yg terbatas bg Negara Terbelakang / Berkembang. Dalam ekonomi seperti ini ukuran pasarnya kecil, sebagai akibatnya kemampuan untuk menabung dan dorongan untuk investasi rendah. Luas pasar ditentukan oleh volume produksi yg akhirnya tergantung pd tingkat pendaptan. Disini kemampuan untuk membeli berarti kemampuan untuk memproduksi, dan produktivitas dlm batas tertentu tergantung pd sbrp besar modal ditanam dlm produksi. Karena ukuran pasar kecil maka produktivitas kecil, dan rendahnya produktivitas berarti rendahnya tingkat pendapatan, rendahnya tingkat pendapatan menyebabkan rendahnya kemampuan untuk menabung dan dorongan untuk berinvestasi, dan semua ini menyebabkan ukuran pasar tetap kecil. Dengan menggunakan istilah Keynes, tingkat pendapatan nyata adl rendah di Negara terbelakang/bekembang, tetapi kecenderungan untuk berkonsumsi tinggi, dan setiap kenaikan pendapatan dihabiskan untuk brg2 konsumsi. Sedikit saja yg ditabung atau diinvestasikan maka volume produksi tetap pd tingkat yg rendah sehingga luas pasar akan tetap kecil.
Lebih2 lg, asumsi politis, social, dan kelembagaan yg mendasari teori Smith tdk bs diterapkan pd keadaan yg berlaku di Negara terbelakang. Paham pasar bebas telah kehilangan artinya dlm perekonomian seperti itu. Persaingan sedikit demi sedekit diganti oleh monopoli yg berkecenderungan mengabdikan dan memperkuat lingkarang setan kemiskinan. Maka dari itu pembangunan menjadi mungkin melalui campur tangan pemerintah drpd melalui kebijakan pasar bebas.
Namun demikian Teori Smith menunjukan faktor2 tertentu yg bermanfaat dlm proses pembangunan Negara terbelakang/berkembang. Para petani, pedagang, dan produsen, tiga agen yg disebut Smith, dpt menolong mengembangkan perekonomian dengan meningkatkan produktivitas dlm bidang masing2. Dengan tidak adanya perekonomian pasar bebas dalam Negara berkembang, Negara dpt mendorong mereka unuk menghasilkan lebih banyak sebagaimana terjadi di India. Saling ketergantungan di antara mereka juga menunjukan pentingnya pertumbuhan yg berimbang bagi perekonomian seperti ini.
Khususnya Smith memuji peranan tabungan yg dianggap sebagai faktor yg sangat penting sekali bagi pembentukan modal di Negara terbelakang/berkembang. Ia menulis; “setiap pemboros akan menjadi musuh masyarakat, dan setiap orang yg hemat akan menjadi dermawan”. Selanjutnya penekannya pada teknologi unggul, pembagian kerja, dan perluasan pasar dalam proses pembangunan, telah menjadi landasan bagi kebijaksanaan dalam Negara seperti itu. Sebagaimana telah dikemukakan secara tepat oleh Rostow, memang kalau dipandang dari keadaan sekarang buku “The wealth of Nations” adalah suatu analisa yg dinamis yg penting bagi program kebijakan suatu Negara terbelakang atau berkembang.

One thought on “Sebuah Penilaian Kritis thd Teori Adam Smith

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s